Ana pribadi melihat anak anak Nilainya (Mapel Syar’i) 90 / 100 biasa saja, karena yang terpenting bukan Nilai… Akan tetapi Ilmunya di Amalkan tidak? Bermanfaat tidak?Karena banyak anak² di pesantren yang belajar ilmu Syar’i, Nilai² mereka bagus² tapi sayang sekali Ilmunya tidak di amalkan… Contohnya: Nilai Fiqih nya 100, akan tetapi ketika liburan pondok Shalat nya telat, bahkan di luar waktu nya, Shubuh nya kesiangan terus, Shalat nya seperti patokan ayam, yang lebih parah lagi meninggalkan Shalat dengan sengaja… Jadi bagaimana Nilai² yang besar tadi, apakah bisa jadi patokan??
Karena hakekatnya ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang di amalkan sehingga akan tumbuh dengan sendirinya Rasa takut kepada Allah : Imam Ahmad Rahimahullah berkata, “Pokok ilmu adalah rasa takut kepada Allah.” Apabila seseorang bertambah ilmunya, maka akan bertambah rasa takutnya kepada Allah.Allah berfirman:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama .” [Faathir/35:28]Ibnu Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu berkata, “Cukuplah rasa takut kepada Allah itu disebut ilmu. Dan cukuplah tertipu dengan tidak mengingat Allah disebut sebagai suatu penjelmaan.”